Thursday, July 4, 2013

HOW to Find INVESTOR






Banyak pebisnis yang menjalankan usahanya dengan mengandalkan hutang dan mereka masih bisa bertahan hanya karena mengandalkan hutangnya tersebut . Yang perlu kita sesalkan adalah banyak komunitas wirausaha yang mengajarkan anggotanya untuk menggunakan kartu kredit sebagai alternatif modal, dan seperti kita bisa bayangkan bahwa akhirnya banyak anggitanya terjebak lilitan hutang dan riba. Berhutang boleh saja asal tahu dan bisa menggunakannya dengan strategi yang jitu,Sebagai alternatif untuk tidak berhutang, kita bisa mneggunakan leverage selain bunga bank berupa equity deal. Dalam Islam sangat ditekankan kerjasama antar pemodal dan pengusaha dalam mengelola usaha. Ada sebuah hadits yang mengatakan bahwa Rasul berada diantara diantar kedua orang yang bekerjasama (mudharabah). Berikut ini adalh paparan bagaimana mencari alternatif modal busines untuk mengembankan business. Insya Allah yang akan saya paparka singkat dibawah ini adalah sebuah bisnis strategy yang world class. Mengapa bisa kelas dunia materi ini? Karena tentu saja asal usul materi ini adalh mas Heppy Trenggono , Presiden IIBF beliau mendaptkan ilmu ini dari  mentornya Keith Cunningham. Dan Beliau berhasil menjalankan n mengembangkan model business yang di berikan gurunya itu dan sukses seperti sekarang.
Macam Macam Investor bisa kita singkat menjadi 4 F + IP
  1. Founder
  2. Family
  3. Friend
  4. Fool
And IP adalah Pro
About Investor Pro
Untuk mendaptkan Investor Kakap, kita juga harus mempersiapkan diri kita secara benar. Investor Pro adalh orang yang selalu skeptis dan ingin usaha kita berjalan dengan baik. Investor Pro adalah orang yang selalu bertanya dengan pertanyaan berikut;
  1. Apakah deal bisnis ini layak dibiayai.
  2. Apakah anda  sendiri layak di biayai? Siapakah anda dan siapa yang anda kenal ?
  3. Apakah Risiko bisa Financeable?
  4. Kenapa anda butuh uang saya?
  5. Kalau saya bantu modal bagaimana caranya?
  6. Can You Make It ?
  7. Track Record Anda ?
  8. Siapa Supirnya yang akan mengemudikan perusahaan ini?
  9.  Put Rubber on the Road, siapa?
  10. Mungkin ini ide bagus, apakah bisa jalan ? Mungkin ini ide biasa, apakah bisa jalan?
  11. Be Clear with BEP !
  12. Dibalik Omongan Anda, Apa yang perlu ditanyakan?
  13. Whats the Problem in deal?
  14. Lubangnya apa ? stay Focus
  15. What don’t I see dalam bisnis ini?
Jadi Siapkan jawaban jawaban untuk pertanyaan tersebut dalam proposal anda.
Kata kata kunci yang harus diingat adalah:
Investing is an Intellectual sport, not emotional Sport.
Focus on the Business not the Product.
Elevate the Question
Theres alot of money but lack of good deal.
Kerja sama tidak mesti saham tetapi juga bisa dalam project.
Investor Pro tidak suka dengan sesuatu yang bersifat Uncertainty.
Rules ;tidak investasi > dari 30 % dari uang tidur
Lesson From Monkaf
  1. Is It Financeable?
  2. Money Follow track Record
  3. Who will Lead The business?
4 Hot Button Investor;
  1. Pent Up Demand; adalah Project ato busines  yang sudah kita dapatkan  order pembeliannya
  2. Management Track record, kita cari orang yang bagus, bukan yang Baru (driver of the bus)
  3. Entry Barrier, semakin sedikit semakin bagus
  4. Risk n Reward relationship
Kalo Bisa equity deal jangan batasi angka
Harus di rumuskan bagaimana caranya usaha yang kita ajukan mempunyai sifat yang; HIGH PROFIT LOW COST and LOW RISK
Langkah pertama yang diambil pak Heppy adalah mencari bisnis yang akan dikembangkan, beliau berinisiatif untuk mengambil inisiatif businines kebun sawit untuk di kembangkan. Mengapa sawit? Karena bisnis eskavatornya yang lama berhubungan dengan bisnis sawit orang lain dalam hal pembukaan lahan. Kemudian beliau belajar kepada salah seorang sahabatnya yang sudah berbisnis sawit lebih dahulu. Kemudian beliau mencari mitra perusahaan yang sudah besar dan public listing (find the best) dalam bidang sawit dan kemudian mengajak kerjasama untuk pembuatan perusahaan baru. Setelah itu baru beliau mencari Invesor untuk diajak kerjasama. Kepemilikan saham dalam perusahaan tersebut tak perlu besar mengingat kita hanya sebagai pelaksana. Kepemilikan saham beliau hanya sekitar 20 sampai dengan 30 %. Perlu diingat juga bahwa kita harus mengunci pasal-pasal perjanjian perusahaan yang bisa merugikan.
Pengalaman pertama beliau berbisnis sawit malah tidak mendpatkan saham apa-apa. Tetapi strategi beliau adalah membuat adanya Bellco effect (bellco adalah bel/klenengan yang digantungkan di kepala sapi induk yang akan menjadi panduan buat sapi sapi lainnya dalam berjalan) beliau mengharapkan dengan berhasilnya beliau melakukan deal trasnsaksi dengan investor besar maka akan membuat perusahaannya PT BALIMUDA menjadi dikenal seluruh pemain besar kelapa sawit.  Alhamdulillah strateginya berhasil dan akhirnya beliau mendapatkan saham ditransaksi berikutnya. Selain itu beliau mengembangkan strategi bisnisnya, yang di jalankan beliau adalah membeli lahan sawit terlbih dahulu dan kemudian menjualnya kepada investor dan kemudian menjalin kerjasama dengan investor.  Beliau juga meminta jasa untuk pengurusan lahan sawit sebesar $ 650 perhektarnya. Jadi beliau mendapatkan keuntungan dari  penjualan kebun, saham dan juga fee legalisasi lahan.
Luar biasa model bisnis yang beliau kembangkan sehingga  bisa berhasil seperti sekarang.
Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita serta kesuksesan pengusaha Indonesia.
So my Friends.. yuk kita kembangkan model busines kita sendiri..
Semoga bemanfaat…

sumber berita


EmoticonEmoticon