Sebulan ini silih berganti ada yang
datang maupun japri soal hutang kepada saya, yang japri di Facebook
saking bejibunnya saya sudah puyeng ketika membukanya.. Sudah deh saya
biarkan dulu sadja..
Padahal saya sudah sering wanti-wanti, kalau
curhat ke saya dan berharap saya bayarin hutangmu, mending gak usah
sekalian, berhentilah berharap..
Emangnya saya konglomerat yang duitnya
sak hohah dan hobinya nyebar duit? Hehe..
Semua yang datang dan
curhat ke saya pasti jawaban saya nyontek jawaban ustadz-ustadz kesohor
di youtube itu.. KEMBALIKAN KE ALLAH!
Allah juga yang memberikan solusinya..
Kok Allah tega ya mas menjerumuskan saya dalam hutang gak berkesudahan?
Coba interopeksi, selama ini bagaimana gaya hidupmu?
Terlalu nafsu berburu harta? Sampai ibadahnya terlunta-lunta..?
Gaya hidup sok kaya? Harta haram tetap dimakan?
Hobi bener mainan riba? Semua cicilan disikat? Semua angsuran diembat?
Punya bisnis dengan akad bathil? Gak peduli dengan hak orang lain? Pokoknya gimana caranya saya untung sebuanyak-buanyaknya!!
Masih suka dengan bisnis yang berbau judi? Gharar (spekulasi) dan
maisir (judi)? Beli pagi diangka segini.. Nanti sore jual diangka
segitu.. Produknya? Embuuh! Kan virtual.. gak berbentuk! Derivatif!
Sekali sell untung 30 juta, gak peduli duitnya darimana.. Padahal
diujung sana ada orang meraung-raung karena baru kehilangan duit 30 juta
karena masang angka yang salah, dan duitnya kamulah yang mengambilnya..
Atau kisah kisah yang ini...
"Saya ternyata dari dulu hobinya menumpuk asset mas! Beli mobil
beberapa, beli rumah sampai tiga, semua hutang.. semua cicilan, ternyata
itu bukan asset massss... Semua harta riba masss" lalu nangis
sesenggukan..
Atau ini...
Ada kawan saya bercerita, dia dan
ibunya sudah 6 bulan lebih tidak bisa membayar hutang rekening koran,
dengan agunan sebuah gudang..
Setiap hari didatangi debt colectore,
rasanya gelisaaaah luar biasa, sampai puncaknya ketika mereka datang ke
kantor bank tersebut untuk proses negosiasi.
"Kami di ruangan itu
dengan bagian penagihan, saya dan mamah begitu terhina ketika kami
ditunjuk-tunjuk wajah kami dengan bahasa sindiran yang menyakitkan,
dibilang gak usah sok kaya, kalo gak mampu bisnis ya gak usah ngutang!!
Padahal sejak saya kecil mamah sudah jualan dan jadi distributor di
banyak tempat, namun sejak menggadaikan gudang itu untuk nambah modal,
malah bisnis mamah bertumbangan, tiap dapat untung habis hanya untuk
bayar cicilan...
Sakit mas!
Kami benar-benar gak punya harga diri...
Gudang itu akhirnya masuk proses lelang, dan terjual untuk melunasi
hutang kami.."
Cerita lainnya..
Hujan derassss sore itu,
sepasang suami istri memaksa saya untuk bertemu, saya masih nungguin
karyawan di warung tengkleng ketika mereka datang..
Si istri langsung curhat, dengan wajah yang kuyu tampak kelelahan.. Dikejar hutang..
Si suami langsung mengeluarkan selembar kertas, rincian hutang yang dia miliki..
Astagfirullaaah... Hutangnya di 17 titik!! Tersebar di bank, leasing,
koperasi, BPR, entah yang direntenir, akan menambah deretan hutang itu..
"Kerjanya apa mas?" Tanya saya
"Saya PNS mas.." Jawabnya
Waladalaaaah.. Terus buat apaaa semua hutangan ini??
Dia terdiam, tidak mampu menjawab..
Dieeeeem... Binguuuung...
"Gaji PNS berapa emangnya?"
"Hanya 3 juta mas.."
Bagaimana akan cukup untuk membayar hutang 1 M lebih ini?
Fiuuhh! Nasehat saya tetap sama..
1. Merapat ke Allah! Taubat! Taubat! Minta ampuuuun sama Allah karena
sudah mainan riba seperti ini. Perbaiki sholatnya, tepat waktu,
berjamaah, tambahi ibadah sunahnya.. Pokoknya yang dikejar AMPUNAN
ALLAH! Merengek-rengeklah seperti anak kecil yang minta ampun ketika
nakal dijewer bapaknya..
2. Berazam bebas hutang, bercita-cita
sampai mentooooookkkkk ingin bebas hutang! Jangan pernah sedikitpun
berfikir menutup hutang dengan hutang baru.. Gak akan selesai!! Gak akan
beres!! Lepas dari mulut buaya, masuk ke mulut singa..
3. Mulailah
melepaskan asset-asset yang selama ini menjerat dalam jebakan riba.
Mobil, ruko, rumah, tanah, emas, apapun itu.. Jual saja, biar lepas
semuanya! Yakin nanti ketika sudah lega hidupnya, cari rejeki lebih
tenang, gak kemrungsung, gak terhina, Allah ganti dengan rejeki yang
lebih baik, bisa beli lagi deh.. Cash!
4. Minta doa dari orang tua,
terutama ibu.. Jangan remehkan kekuatan doa! Percayalah doa itu bisa
membuka pintu langit, membuka kemudahan-kemudahan yang selama ini
mampet!!
5. Sedekah! Giving! Memberi! Gak usah ngeles.. "Gimana saya mau sedekah mas! Buat kebutuhan saya aja mepeetttt!!"
Heeei! Jangan jadi looser! Pecundang!! Lihat diluar sana, buanyak orang
yang lebih susah hidupnya dibanding dirimu! Yang buntung kakinya tetap
harus bekerja... Kamu yang lengkap, sehat, mau terus jadi pecundang?
Kenapa harus tetap bersedekah dalam kondisi apapun?
Nih
perintahnya: "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan
kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk
orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan
(hartanya), baik di WAKTU LAPANG maupun di WAKTU SEMPIT, dan orang-orang
yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai
orang-orang yang berbuat kebajikan.." -QS Ali Imran 133-134
Coba
deh lakukan 4 hal itu, rutin, fokus, perjuangkan!! Fight!! Hajarrrr!!
Dan lihat keajaiban-keajaiban yang bakal kamu alami..
Utang riba nampaknya bisa membuat hidup lebih mewah, tapi ujung akhirnya berbahaya.
Dalam hadis dari Ibnu Mas'ud, Nabi bersabda,
Ù…َا Ø£َØَدٌ Ø£َÙƒْØ«َرَ Ù…ِÙ†َ الرِّبَا Ø¥ِلاَّ Ùƒَانَ عَاقِبَØ©ُ Ø£َÙ…ْرِÙ‡ِ Ø¥ِÙ„َÙ‰ Ù‚ِÙ„َّØ©ٍ
"Siapapun yang memperbanyak hartanya dari riba maka ujung akhir urusannya adalah KEMISKINAN.." (HR. Ibnu Majah 2365)
Pesan Nabi lagi:"Hutang membuat kegelisahaan di malam hari, dan kehinaan di siang hari..."
-Muhammad Sallahu Alaihi Wassalam
Mari kita berjanji.. Sisa hidup dunia, kami hanya ingin bisa tidur
nyenyak, agar esok hari bisa bebas dan semangat mengejar ridho Illahi,
bekal nanti kami mati..
Itu sadja!
Salam,
@Saptuari
Sumber --> Group Facebook "Belajar Wirausaha Bareng Saptuari"


