Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Thursday, December 31, 2015

TERHINA KARENA HUTANG...

Sebulan ini silih berganti ada yang datang maupun japri soal hutang kepada saya, yang japri di Facebook saking bejibunnya saya sudah puyeng ketika membukanya.. Sudah deh saya biarkan dulu sadja..

Padahal saya sudah sering wanti-wanti, kalau curhat ke saya dan berharap saya bayarin hutangmu, mending gak usah sekalian, berhentilah berharap.. 


Emangnya saya konglomerat yang duitnya sak hohah dan hobinya nyebar duit? Hehe.. 

Semua yang datang dan curhat ke saya pasti jawaban saya nyontek jawaban ustadz-ustadz kesohor di youtube itu.. KEMBALIKAN KE ALLAH! 


Allah yang memberi masalah.. 

Allah juga yang memberikan solusinya..

Kok Allah tega ya mas menjerumuskan saya dalam hutang gak berkesudahan?


Coba interopeksi, selama ini bagaimana gaya hidupmu? 

Terlalu nafsu berburu harta? Sampai ibadahnya terlunta-lunta..?

Gaya hidup sok kaya? Harta haram tetap dimakan?

Hobi bener mainan riba? Semua cicilan disikat? Semua angsuran diembat? 

Punya bisnis dengan akad bathil? Gak peduli dengan hak orang lain? Pokoknya gimana caranya saya untung sebuanyak-buanyaknya!! 

Masih suka dengan bisnis yang berbau judi? Gharar (spekulasi) dan maisir (judi)? Beli pagi diangka segini.. Nanti sore jual diangka segitu.. Produknya? Embuuh! Kan virtual.. gak berbentuk! Derivatif! Sekali sell untung 30 juta, gak peduli duitnya darimana.. Padahal diujung sana ada orang meraung-raung karena baru kehilangan duit 30 juta karena masang angka yang salah, dan duitnya kamulah yang mengambilnya..



Atau kisah kisah yang ini...


"Saya ternyata dari dulu hobinya menumpuk asset mas! Beli mobil beberapa, beli rumah sampai tiga, semua hutang.. semua cicilan, ternyata itu bukan asset massss... Semua harta riba masss" lalu nangis sesenggukan..


Atau ini...


Ada kawan saya bercerita, dia dan ibunya sudah 6 bulan lebih tidak bisa membayar hutang rekening koran, dengan agunan sebuah gudang.. 

Setiap hari didatangi debt colectore, 

rasanya gelisaaaah luar biasa, sampai puncaknya ketika mereka datang ke kantor bank tersebut untuk proses negosiasi.

"Kami di ruangan itu dengan bagian penagihan, saya dan mamah begitu terhina ketika kami ditunjuk-tunjuk wajah kami dengan bahasa sindiran yang menyakitkan, 

dibilang gak usah sok kaya, kalo gak mampu bisnis ya gak usah ngutang!!

Padahal sejak saya kecil mamah sudah jualan dan jadi distributor di banyak tempat, namun sejak menggadaikan gudang itu untuk nambah modal, malah bisnis mamah bertumbangan, tiap dapat untung habis hanya untuk bayar cicilan... 

Sakit mas! 

Kami benar-benar gak punya harga diri... Gudang itu akhirnya masuk proses lelang, dan terjual untuk melunasi hutang kami.."


Cerita lainnya..

Hujan derassss sore itu, sepasang suami istri memaksa saya untuk bertemu, saya masih nungguin karyawan di warung tengkleng ketika mereka datang..
Si istri langsung curhat, dengan wajah yang kuyu tampak kelelahan.. Dikejar hutang.. 

Si suami langsung mengeluarkan selembar kertas, rincian hutang yang dia miliki..

Astagfirullaaah... Hutangnya di 17 titik!! Tersebar di bank, leasing, koperasi, BPR, entah yang direntenir, akan menambah deretan hutang itu..

"Kerjanya apa mas?" Tanya saya

"Saya PNS mas.." Jawabnya

Waladalaaaah.. Terus buat apaaa semua hutangan ini?? 

Dia terdiam, tidak mampu menjawab.. 

Dieeeeem... Binguuuung... 

"Gaji PNS berapa emangnya?"

"Hanya 3 juta mas.."

Bagaimana akan cukup untuk membayar hutang 1 M lebih ini?


Fiuuhh! Nasehat saya tetap sama..


1. Merapat ke Allah! Taubat! Taubat! Minta ampuuuun sama Allah karena sudah mainan riba seperti ini. Perbaiki sholatnya, tepat waktu, berjamaah, tambahi ibadah sunahnya.. Pokoknya yang dikejar AMPUNAN ALLAH! Merengek-rengeklah seperti anak kecil yang minta ampun ketika nakal dijewer bapaknya.. 

2. Berazam bebas hutang, bercita-cita sampai mentooooookkkkk ingin bebas hutang! Jangan pernah sedikitpun berfikir menutup hutang dengan hutang baru.. Gak akan selesai!! Gak akan beres!! Lepas dari mulut buaya, masuk ke mulut singa..

3. Mulailah melepaskan asset-asset yang selama ini menjerat dalam jebakan riba. Mobil, ruko, rumah, tanah, emas, apapun itu.. Jual saja, biar lepas semuanya! Yakin nanti ketika sudah lega hidupnya, cari rejeki lebih tenang, gak kemrungsung, gak terhina, Allah ganti dengan rejeki yang lebih baik, bisa beli lagi deh.. Cash!

4. Minta doa dari orang tua, terutama ibu.. Jangan remehkan kekuatan doa! Percayalah doa itu bisa membuka pintu langit, membuka kemudahan-kemudahan yang selama ini mampet!! 

5. Sedekah! Giving! Memberi! Gak usah ngeles.. "Gimana saya mau sedekah mas! Buat kebutuhan saya aja mepeetttt!!" 

Heeei! Jangan jadi looser! Pecundang!! Lihat diluar sana, buanyak orang yang lebih susah hidupnya dibanding dirimu! Yang buntung kakinya tetap harus bekerja... Kamu yang lengkap, sehat, mau terus jadi pecundang? Kenapa harus tetap bersedekah dalam kondisi apapun? 

Nih perintahnya: "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di WAKTU LAPANG maupun di WAKTU SEMPIT, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.." -QS Ali Imran 133-134


Coba deh lakukan 4 hal itu, rutin, fokus, perjuangkan!! Fight!! Hajarrrr!! Dan lihat keajaiban-keajaiban yang bakal kamu alami..

Sudahlah... Cukup hidup dalam kungkungan hutang, kita ikuti ajaran Kanjeng Nabi saja, gak usah gampang dirayu oleh semua angsuran dan cicilan dengan bunga berbunga yang melelahkan...


Utang riba nampaknya bisa membuat hidup lebih mewah, tapi ujung akhirnya berbahaya.


Dalam hadis dari Ibnu Mas'ud, Nabi bersabda, 

Ù…َا Ø£َØ­َدٌ Ø£َÙƒْØ«َرَ Ù…ِÙ†َ الرِّبَا Ø¥ِلاَّ Ùƒَانَ عَاقِبَØ©ُ Ø£َÙ…ْرِÙ‡ِ Ø¥ِÙ„َÙ‰ Ù‚ِÙ„َّØ©ٍ
"Siapapun yang memperbanyak hartanya dari riba maka ujung akhir urusannya adalah KEMISKINAN.." (HR. Ibnu Majah 2365)


Pesan Nabi lagi:
"Hutang membuat kegelisahaan di malam hari, dan kehinaan di siang hari..."

-Muhammad Sallahu Alaihi Wassalam

Mari kita berjanji.. Sisa hidup dunia, kami hanya ingin bisa tidur nyenyak, agar esok hari bisa bebas dan semangat mengejar ridho Illahi, bekal nanti kami mati.. 

Itu sadja!

Salam,

@Saptuari

Sumber --> Group Facebook "Belajar Wirausaha Bareng Saptuari"

SEBUAH KISAH NYATA, .. JALAN TERANG UNTUK MEMBAYAR HUTANG

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... 

Seorang pria bernama Mukhlis tengah mendekam di Lapas Sukamiskin, Bandung. Bisnis yang begitu menggiurkan sesaat membuatnya terjerembab hutang hingga lebih dari Rp 2 milyar.

Ia tak sanggup bayar dan perusahaan kreditur pun memperkara-kannya hingga ia dipenjara.


Hari itu adalah Ahad, sudah dua pekan lebih Mukhlis berada di dalam sel sempit di balik jeruji. Ia merasa sedih dan kesepian. Kebebasan yang biasa ia hirup sebelumnya kini hanya tinggal kenangan.

Jangankan untuk bersenang-senang dengan rekan dan sahabat, untuk berkumpul dengan keluarga tercinta saja sudah tidak lagi bisa.

Mukhlis merasa sedih, dan ia berjanji tidak ingin lagi hidup seperti ini. Berkali-kali dengan mulutnya ia gumamkan doa kepada Allah Sang Maha Penolong dari balik jeruji agar ia dapat menyelesaikan perkara dan segera bebas dari penjara dan kembali ke rumah untuk berkumpul bersama keluarga.

Dalam kesedihan yang Mukhlis alami, tiba-tiba seperti ijabah doa yang datang dari Allah Swt maka Mukhlis dapati ustadz Iman sedang berkeliling dari satu sel ke sel lainnya.

Ustadz Iman adalah pembimbing rohani Islam para tahanan yang kerap memberikan pelajaran mental bagi setiap tahanan yang ada di Lapas Sukamiskin. Sepekan dua kali biasanya ustadz Iman datang ke lapas. Demi melihat datangnya ustadz Iman maka Mukhlis pun memanggil beliau dari balik jeruji.

Terjadilah obrolan antara Mukhlis dan ustadz Iman. Banyak nasehat yang disampaikan sang ustadz kepada Mukhlis, termasuk salah satu nasehatnya adalah agar Mukhlis rajin bersedekah. Ustadz Iman menyampaikan bahwa sedekah itu menjadi salah satu cara yang membuat datangnya pertolongan Allah Swt.

Mukhlis meresapi nasehat itu, maka sejurus kemudian ia bangkit untuk mengambil sesuatu. Ia buka tas dan dari dalam tas tersebut ia ambil uang sejumlah Rp 1 juta dan ia berikan kepada sang ustadz.

“Ustadz, mohon salurkan uang ini sebagai sedekah saya. Terserah ustadz mau berikan kepada siapa ... saya berharap dengan sedekah ini saya akan mendapat pertolongan Allah seperti yang ustadz sampaikan kepada saya!”

Sang Ustadz menerima sedekah Mukhlis. Beliau berjanji untuk menyalurkan sedekah tersebut selekas mungkin. Tak lupa sang Ustadz mendoakan Mukhlis agar segala masalah yang ia hadapi diberi kemudahan oleh Allah Swt.

Sejurus kemudian ustadz Iman pun berlalu meninggalkan Mukhlis.

Ustadz Iman kembali ke kampungnya. Sebelum beliau tiba di rumah beliau menyempatkan untuk mampir di sebuah warung kecil. Beliau membeli sesuatu di sana. Teringat akan titipan sedekah Mukhlis, maka ustadz Iman pun berbincang dengan pemilik warung.

“Bu, punten ..., apakah di warung ini ada orang-orang miskin yang punya hutang dan belum bisa terlunaskan?!” tanya ustadz Iman kepada ibu pemilik warung.

“Ada ustadz ....! ada beberapa orang susah yang punya hutang di warung saya.” jawab ibu pemilik warung.

“Berapa orang bu kira-kira jumlah mereka dan besaran hutangnya?!” kejar ustadz Iman lagi.

Maka ibu pemilik warung pun menceritakan bahwa ada sejumlah orang miskin yang berhutang di warungnya, dan itu membuat usahanya sulit berkembang sebab modal yang ia putar tertahan oleh hutang-hutang mereka.

Sang ibu pemilik warung menyebutkan sejumlah nama, namun setelah dihitung semua orang itu memiliki jumlah hutang Rp 1,8 juta. Sang ibu mengutarakan; biasanya mereka berhutang keperluan sehari-hari seperti sembako, namun rupanya mereka selalu tidak mampu membayar hutangnya sementara sang ibu tidak tega kalau mendengar mereka mengiba, maka ia pun memberikan izin kepada mereka untuk berhutang di warungnya.

Usai mendapat penjelasan dari ibu pemilik warung maka ustadz Iman menjelaskan bahwa ia memiliki titipan sedekah sebesar 1 juta rupiah. Beliau meminta kepada ibu pemilik warung untuk menghitung siapa saja kiranya yang bisa ditolong agar terbebas dari hutang.

Sang ibu pemilik warung amat senang mendengarnya. Maka ia memberikan data orang-orang susah yang kerap berhutang di warungnya. Setelah dihitung maka ada 7 nama di antara mereka yang bisa dilunaskan hutangnya dengan uang sedekah 1 juta rupiah tersebut.

Dengan baca basmalah ustadz Iman menyerahkan uang sedekah Mukhlis kepada ibu pemilik warung. Sang ibu berucap syukur dan ia mengangkatkan tangan seraya berdoa kepada Allah Swt atas anugerah-Nya yang telah menggerakan hati Mukhlis, orang yang tidak dikenalnya, untuk mau melunasi hutang-hutang orang susah yang ada di warungnya.

Ibu pemilik warung berjanji kepada ustadz Iman untuk memberitahukan kepada 7 nama tadi kabar gembira ini. Maka saat kesemua nama tadi mendapatkan kabar tersebut maka mereka pun bersyukur kepada Allah Swt dan mendoakan Mukhlis dengan penuh kesungguhan.

Ina, istri Mukhlis datang berkunjung ke lapas pada hari Kamis. Ada gurat kegembiraan pada wajahnya. Saat Mukhlis datang di ruang besuk, maka Ina bangkit dari duduknya dan ia tak kuasa menahan tangis.

Mukhlis kaget melihat istri tercintanya menangis. Mukhlis menanyakan apa gerangan namun Ina tidak mampu menjawab apa-apa. Tubuhnya bergetar dan terlihat banyak air mata yang mengalir di pipinya. Ina mengeluarkan secarik surat berwarna putih dari tasnya. Surat itu ia serahkan kepada Mukhlis dan langsung surat itu dibaca.

Tidak banyak kata dan kalimat tertulis dalam surat itu. Namun demi membaca surat tersebut, maka Mukhlis pun tertunduk dan mulai meneteskan air mata haru.

“Allahu akbar .... Allahu Akbar .... Allahu Akbar ....

Alhamdulillah ya Rab b.... sungguh Engkau Maha Penolong dan Maha Pemurah... Engkau tolong hamba-Mu yang lemah ini untuk keluar dari masalah” pekik Mukhlis dalam doa.

Dalam surat tertanggal hari Selasa dua hari yang lalu tertulis bahwa perusahaan tempat Mukhlis berhutang menyatakan bahwa hutangnya SEBESAR 1 MILYAR RUPIAH TELAH DIHAPUSKAN!

Mukhlis dan Ina saling berpegangan tangan. Mereka sungguh bahagia mendengar berita gembira ini. Berita ini sungguh membuat beban hutang Mukhlis bertambah ringan. Maka usai bertemu dan bertukar kabar, beberapa saat kemudian Ina pun berpamitan untuk pulang ke rumah.

Keesokannya adalah hari Jumat. Seluruh penghuni lapas bersiap untuk melaksanakan shalat Jum'at. Saat menanti datangnya waktu Jum'at tiba Mukhlis mengisinya dengan dzikir dan i'tikaf. Begitu adzan Zuhur dikumandangkan maka naiklah sang khatib yang tiada lain adalah ustadz Iman.

Saat menyimak khutbah Jum'at yang disampaikan ustadz Iman maka air mata Mukhlis kembali menetes deras. Mukhlis mengingat perjumpaannya dengan ustadz Iman pada hari Ahad lalu dan ia teringat sedekah satu juta rupiah yang ia titipkan kepada beliau. Sungguh sedekah itu telah dibayar Allah Swt hanya dalam tempo 2 hari menjadi 1000 kali lipat.

Saat shalat Jum'at usai, maka Mukhlis mendatangi ustadz Iman. Ia menyampaikan ucapan terima kasih yang berulang-ulang atas bantuan ustadz Iman menyalurkan sedekahnya. Ustadz Iman pun kembali mengucapkan terima kasih.

Beliau sampaikan bahwa pemilik warung dan 7 orang yang berhutang juga turut berterima kasih kepada Mukhlis dan mendoakan. Mendengarkan penuturan ustadz Iman kembali air mata haru mengalir deras di pipi Mukhlis.

Sambil terisak Mukhlis berkata kepada ustadz Iman, “Ustadz..., janji Allah Swt yang ustadz sebutkan bagi orang yang bersedekah sungguh kini telah saya rasakan. Sedekah saya kemarin dalam dua hari sungguh telah Allah bayarkan kepada saya sebesar 1000 kali lipat!”

Mukhlis pun merangkul erat tubuh ustadz Iman. Kedua manusia itu tak henti-hentinya berucap hamdalah dan bersyukur kepada Allah Swt. Ada kebahagiaan yang tiada terperi di hati kedua manusia itu. Keduanya menjadi saksi atas janji Allah, bahwa masalah yang dihadapi bisa mudah diatasi asalkan kita saling menolong terhadap sesama

Wallahu’alam bishshawab, ..
Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ....

Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...

Salam Terkasih ..
Dari Sahabat Untuk Sahabat ...

... Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati kita yang telah lama terkunci ...

By : Gendis Wijaya

Wednesday, December 30, 2015

MENGGORENG REKENING!!

Bahan yang disiapkan:

  1. Minimal 4 buah rekening dari bank yang sama dan berbeda.
  2. Kartu ATM
  3. Formulir Setoran
  4. Aplikasi mBanking di HP
  5. Layanan internet Banking
  6. Uang 5-10 juta di salah satu rekening
  7. Motor dengan bensin full, jaket dan mantel hujan, helm jangan lupa. Biar kelihatan siap tempur bro!




Cara memasak:

  1. Masukkan uang 5-10 juta kedalam satu rekening utama, setor pagi hari gakpapa.
  2. Siangnya tarik di ATM sebagian uangnya, bagi 3 dengan nominal yang berbeda lalu setorkan ke 3 rekening lainnya. 
  3. Sorenya, lakukan transfer dari 3 rekening tersebut ke rekening utama. Transfer semuanya gakpapa.
  4. Malam hari, transfer dari rekening utama ke salah satu rekening. Boleh sampai 80% nya. Lebih malem dikit, transfer ke rekening satunya lagi.
  5. Besok paginya transfer pakai mBanking ke rekening utama, satunya transfer dari internet Banking ke rekening utama juga.
  6. Siang hari, ambil motor, tarik tunai di salah satu cabang, ambil 70% nya dari saldo. Lalu setor ke salah satu rekening lainnya yg belum terisi. 
  7. Sorenya, tarik lagi di ATM, setorkan di mesin autosetor, jangan lupa nominalnya harus berbeda.
  8. Malamnya lakukan lagi.. Terserah kamu berapa jumlahnya, puterrrr terus uangnya! Bolak balik sampe mateeng!

Lama memasak:


1-3 bulan, kalo mau dapat pinjaman 100 juta ya bikin arus keluar masuk uang dalam sebulan juga 100 juta lebih. Padahal duit aslimu cuman 5 juta. Cuman itu rekening jadi mateeeeng! Sampai perjuangan menembus hujan badai demi bisa setor tarik rekening tiap hari.. Hehe



Gunanya:


  1. Buat ngutang ke bank, nipu bank, bahwa duit kita sehat keluar masuknya, bank seneng melihat rekening yang sangat aktif. Keluar-masuk, keluar-masuk, dianggap sehat. Habis makan ke WC, habis makan ke WC.. Bayangkan habis makan, seminggu ngendap itu makanan di perut gak keluar, gak sehat! Begitu juga penilaian bank.
  2. Kalo cair uangnya buat modal usaha, gak peduli usaha masih kecil, sistemnya belum jalan, produknya belum jelas, pokoknya hajaaarrrrr dengan utangan! Pokoknya waton yakin, asal ada modal besar, pasti bisnis saksesss!
  3. Mas Saptu kok malah ngajari ilmu hitam ini sih? Nanti kalau ada yang praktek gimana?

JAWAB:
Eits ini belum ending bro, aku dapat info dari orang bank mereka sudah jeli dengan ilmu menggoreng rekening ini. Setelah tahun-tahun lalu yang berhasil njebol bank, cair terus kabuuuurr! Mereka sekarang lebih waspada.

Bahkan dulu ada kawanku orang bank, yang menunjukan buku rekening abal-abal yang 99% mirip aslinya. Mutasinya ajiiiib! Hasil printingnya bikin ngilerrr.. Uang keluar masuk dengan cepatnya tiap hari. Usut punya usut itu buku rekening abal-abal bisa dipesan di salah satu kota di Jawa Timur. Ngeriii benerr bikin tiruannya.. Persis plek!


Mari kita bahas satu-satu, anggap aja kayak pas seminar kita tanya jawab yak..

Siapa yang ngasih rejeki kita? Allah atau konsumen?


JAWAB: Allaaaah...!!



Kalau kita yakin yang ngasih rejeki Allah, apakah Allah akan ridho jika kita mencari rejeki dengan jalan yang haram?


JAWAB: Tidaaaaak....!!



Menggoreng rekening dengan tujuan nipu orang bank agar bisnis kita kelihatan sehat transaksinya, menurut kalian hukumnya apa?


JAWAB: Haraaaaam!!



Kenapa haram? Kan itu uang kita sendiri? Bebas dong kita puter-puter sendiri!


JAWAB: karena sudah ada unsur menipunya, awalnya sudah buruk di depan mas... Sesuatu yang buruk pasti akan berakhir buruk.



Oke guud! 

Caranya sudah haram, untuk meraih tujuan yang haram, yaitu pinjaman hutang yang mengandung Riba bunga berbunga, jadi doubel haram. Menurut kalian Allah akan marah tidak?

JAWAB: maraaah lah.. Karena kita sudah menantangnya langsung!


Wow!! Sudah menantang Allah! Kalian tau dari mana? Jangan bikin ayat sendiri yaaa!


JAWAB: Allah sendiri yang bilang mas, di Al Quran, Surat Al Baqarah 278-279
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan TINGGALKAN SISA RIBA (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. 

Jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), MAKA KETAHUILAH, BAHWA ALLAH DAN RASUL-NYA AKAN MEMERANGIMU. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.”



Astagfirullah, jika kita tetap ngeyel melawan Allah dan Rasulnya, kira-kira apa yang akan kita dapatkan?


JAWAB: kehancuran mas, dalam kehidupan kita. Gak tenang, rejeki gak berkah, bakal ada banyak halangan di hidup kita. Bisa jadi penyakit, bangkrut, kecelakaan, dan lain-lain yang mengerikan. 

Nabi Muhammad langsung yang mengingatkan dalam sebuah hadist: "Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan (membawa kehancuran) diantaranya: ..... Memakan RIBA..." 

-Hadist Riwayat Abu Hurairah, shahih Bukhari & Muslim


Naaah kita sudah tau ilmunya, gimana masih milih terus menggoreng rekening buat tujuan dapetin modal bank?


JAWAB: enggaaak berani mas.. Kami takut pada Allah, yang 'CCTV' nya online 24 jam di atas kepala, yang mengutus 2 malaikat mengawal kami semua, mencatat semua perbuatan yang kelak dipertanggungjawabkan!



Hehe, emang kalian bakal mati? Bukannya enak hidup selamanya di dunia?


JAWAB: ampuuuun mas! Ternyata kita semua akan mati, gak nunggu tua, banyak yang masih muda mati duluan. Hiks! Kami saksinya.. Eh masih muda, jomblo, ganteng, cantik, pas mati dikubur juga.. Selesai sudah dunianya!

Emang kalo masih punya hutang terus mati gimana?


JAWAB: kami pernah baca sebuah riwayat mas, Nabi tidak mau menyolati jenazah yang masih punya hutang. Kalau Nabi gak mau menyolati bagaimana kami akan dapat syafaatnya mas? Mau dapat ampunan Allah gimana masss?! Disana cuman ada dua tempat.. surga atau neraka.. Huwaaa!! Huwaaaa!! Huwaaaaaaaaa!!

*nangis gulung-gulung!


Ya wiss-wiss sudah paham semuanya kan! Yuk kita taubat bareng-bareng, minta ampunan Allah atas seluruh dosa kita yang dulu serakah menghalalkan segala cara. 


TAUBAT! Dan kita berusaha lebih keras menyelesaikan hutang-hutang kita sebelum nama kita diabsen, dijemput malaikat maut untuk menghadapNya!

Jangan lupa.. Ayo dicatat, diapalkan, diamalkan. Doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW: 

ALLAHUMA INNI AUDZUBIKA MINAL MA'TSAM WAL MAGHROM 
"Ya Allah aku berlindung dari dosa dan jeratan hutang"


Sudah yaaa... 

*sodorkan tissue..

Salam,

@Saptuari

Note  : Artikel ini adalah berasal dari Group Facebook Mas Saptuari, Untuk lebih lanjut bisa gabung di Groupnya --> Belajar Wirausaha Bareng Saptuari